Mereka berebut bersalaman dengan capres yang pada pilpres mendatang berpasangan dengan Boediono itu. SBY tiba di pasar seni pukul 11.20. Dia mengenakan kemeja batik dengan warna dasar biru. Mantan Menkopolkam itu didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. SBY disambut Kapolda Bali Irjen Pol T. Ashikin Husen dan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
Selama hampir satu jam SBY melihat dari dekat kondisi pasar seni sambil membeli buah tangan untuk dibawa pulang ke Jakarta. Berdasar pengamatan koran ini, SBY membeli patung Buddha di kios milik Dewa Raka. ''Pak Presiden membeli seharga Rp 125 ribu," kata salah satu pedagang.
Selain patung Buddha, SBY membeli lukisan. ''Ada kain, lukisan, ada patung. Intinya, industri kerajinan harus berkembang," kata SBY di sela berkunjung ke pasar seni. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu berharap, kreativitas ekonomi bisa meningkat dari tahun ke tahun. ''Industri harus berkembang. Kualitas makin bagus," tuturnya.
Ditanya serangan rival politiknya yang mempertanyakan pertumbuhan ekonomi 7 persen, presiden asal Pacitan, Jatim, itu menyikapinya secara realistis. ''Dunia mengalami krisis. Di negara mana pun, pertumbuhan minus," ujarnya. SBY bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia di Asia masuk tiga besar setelah India dan Tiongkok. ''Tahun ini ekonomi lagi sulit. Jangan memberikan angin surga. Harus realistis," sindir SBY soal serangan rivalnya.
Sementara itu, capres-cawapres Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto kemarin mendapat suntikan dukungan lagi. Kali ini para ulama dan pendekar yang tergabung dalam Relawan Banten Bersatu (RBB) menyatakan diri siap memenangkan pasangan dari Partai Golkar dan Hanura tersebut. Kesiapan itu dinyatakan RBB yang dikukuhkan langsung oleh JK dan Wiranto di Hotel Mambruk, Anyer, kemarin. Ribuan simpatisan dan relawan RBB menghadiri acara tersebut.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Kapolda Banten Brigjen Pol Rumiah Kartoredjo hadir dalam acara itu. ''Pengukuhan RBB ini tidak dimaksudkan untuk membantu kami, tapi masyarakat. Karena dengan membantu kami, berarti secara tidak langsung mereka telah siap membantu masyarakat Indonesia secara umum," kata JK.
Wiranto menyatakan, masyarakat Banten sejak dahulu hingga sekarang menjadi masyarakat yang sangat disegani, baik di dalam maupun luar negeri.
Dari Anyer, JK kembali ke Jakarta. Dia menghadiri acara kesenian di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Dalam acara itu, JK membuat kejutan dengan membacakan puisi satu-satunya yang pernah dibuat seumur hidupnya. Puisi berjudul Ambonku, Ambon Kita Semua tersebut dibacakan dalam dialog kebudayaan yang diadakan untuk menguji visi kebudayaan tiga pasang calon presiden.
''Ambonku, Ambon kita semua
Empat ratus tahun lalu semua dunia mencarimu
Mencari keharuman akan pala dan cengkih
Tapi lima tahun lalu kau terkoyak
Negara ini pun tersayat"
JK menuturkan, puisi tersebut dibuat pada 7 September 2004 di sela-sela kampanye Pemilu Presiden 2004. JK hanya sekali membacakan puisi itu dan sebuah koran lokal di Ambon langsung menjadikannya sebagai berita utama. ''Saya buat puisi itu karena begitu terharu setelah mendapat penghargaan berupa KTP sebagai warga kehormatan Ambon," ujar JK di GKJ.
Penghargaan dari warga Maluku tersebut diberikan karena jasa JK menengahi dua pihak yang berseteru dalam Perjanjian Malino sehingga mampu menyelesaikan konflik sosial di Ambon. Mendengar pengakuan JK, Wiranto langsung menimpali. ''Nanti puisi kedua dibuat 2009, setelah kampanye juga,'' katanya disambut tawa ratusan budayawan yang hadir di GKJ.
JK mengakui, meski bukan seorang penggila seni, dirinya selalu berupaya memahami budaya setempat dalam upaya menyelesaikan konflik-konflik sosial, baik konflik Aceh, konflik Poso, dan Ambon. ''Saya baca buku tentang Ambon, dengar lagu-lagu Ambon. Sebelum memulai perundingan Helsinki, saya juga melakukan riset tentang sejarah dan syair-syair Aceh sehingga memahami kemarahan mereka,'' tuturnya.
Dalam dialog tersebut, sastrawan Radhar Panca Dahana menanyakan mengapa anggaran kebudayaan di APBN sangat kecil, hanya sekitar 0,005 persen dari total APBN yang mencapai Rp 1.000 triliun. Menanggapi kritik tersebut, JK menegaskan anggaran kebudayaan kecil karena Indonesia terlilit banyak utang. ''Kenapa anggaran kebudayaan kecil? Itu disebabkan konsumsi listrik, minyak tanah, bayar utang seperti BLBI, dan lain-lain mencapai 40 persen dari total anggaran,'' tandasnya.
Karena itu, JK berjanji menyelesaikan penyebab pengeluaran-pengeluaran itu lebih dahulu guna memberikan ruang pada peningkatan anggaran kebudayaan. ''Akan kita perbaiki alokasi anggaran agar porsi anggaran budaya bisa naik signifikan. Dengan begitu, apresiasi masyarakat sesuai hati nurani rakyat bisa tercapai,'' katanya disambut tawa.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.