Wednesday, October 26, 2011

5 Sebab Mengapa Pelajar Sekarang Kurang Ajar

Saya tertarik dengan luahan perasaan seorang rakan rekanku yang mengajar disalah sebuah sekolah menegah atas atau Kejuruan, mengenai sikap pelajar dulu dengan sekarang. Jika dibandingkan, jauh sekali beda walaupun dulu guru bebas memberi hukuman sewenang-wenangnya tetapi pelajar sangat berdisiplin. Guru-guru sekarang yang serba salah dengan sikap kurang ajar dengan para pelajarnya. Namun ada juga yang pasif atau tidak menganggap sbg masalah! Pelajar sekarang nich ramai yang semakin kurang ajar (bersikap overload, Free, Sulit di arahkan) tapi fenomena ini bukan hanya berlaku pada Pelajar sahaja tetapi meliputi semua golongan termasuk warga, orang kurang upaya dan ahli parlimen. Banyak nasehat serta arahan yang diberi oleh orang ramai berkaitan puncak masalah ini antaranya: 1. Dunia akhir zaman, kejadian pelik-pelik pun timbul. 2. Sistem pelajaran dalam negara gagal ditafsir dengan baik walaupun falsafahnya baik, maka merajalelalah unsur sekularisme dalam sistem pelajaran kita. Sepatutnya semua mata pelajaran dimasukkan elemen Islam, pesan moral, adab budi pekerti serta nilai Sikap yang luihur, bukan hanya mata pelajaran Islam sahaja yang bercakap atau berbincang soal agama,dan keterkaitanya dengan membentuk Pelajar yang baik. 3. Guru-guru sudah hilang taring apabila disekat daripada membentuk akhlak pelajar disekolah. Sekiranya guru bertegas maka guru akan disamakann oleh ibu bapa modin. 4. Ibu bapa gagal menjalankan tanggungjawab mendidik anak dan menyerahkan 100% soal pelajaran dan pendidikan kepada pihak ketiga (sekolah, sekolah arab, guru fardu ain, bibi). 5. Keberkatan telah diangkat apabila dalam negara banyak berlaku maksiat (ulama dan pemerintah berkelahi, hiburan berlebihan dan melalaikan, salah guna kuasa, zina, minum arak, judi, berebut kuasa). Maka bersama-sama lah kita berikhtiar agar semua ini dapat kita perbaiki satu persatu agar masyarakat kita akan hidup aman dan damai...sekian.

Ya Alloh...

kuatkanlah hamba Ya Allah…. ya Allah, seperti inikah dunia? apapun yang kulakukan selalu dianggap salah oleh orang lain. aku bingung ya Allah.. aku bingung sebetulnya untuk apa aku ada di dunia ini... yang aku tahu, aku diciptakan sebagai manusia. tugas manusia adalah beribadah kepada-Mu. aku sudah menjalankan ibadah, memang masih kurang. masih banyak yang tidak mampu, atau lebih tepatnya malas saya lakukan. Hamba mohon ampun pada-Mu ya Allah... kalau boleh saya bertanya lagi, apa iya hidup saya ini hanya untuk ibadah yang sifatnya ritual kepada-Mu? bukankah aku sebagai umat muslim juga Kau suruh untuk mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran? kalau iya, kenapa begitu sulit untuk melakukan itu ya Allah? kenapa ibadah ritual kepada-Mu jauh lebih mudah daripada kepada sesama manusia? Kau tak pernah protes kalau solatku gerakannya salah, Kau juga tak pernah protes kalau puasaku bolong, Kau tak pernah menampar mulutku kalau aku salah dalam membaca Al-Quran. tapi kenapa, kenapa justru kepada manusia yang jauh lebih rendah dari-Mu, justru jauh lebih sulit? setiap aku mengajak kebaikan, mereka selalu mengolok-olok aku dengan "sok baik, sok suci, munafik" ketika aku ajak di jalan kebaikan yang sudah aku lalui, mereka bilang aku pamer. ketika aku ajak di jalan yang baru akan aku lalui, mereka bilang aku munafik, karena aku belum melakukan. ketika aku hanya memberi teladan, mereka bilang pengen paling baik sendiri. ketika aku ajak dengan kata-kata, mereka bilang aku sok baik. ketika aku larang mereka berbuat buruk, mereka bilang aku sok suci, norak, ga gaul. ketika aku biarkan mereka berbuat salah, mereka bilang aku cuek tak peduli. aku malah semakin dijauhi, dijauhi dan dikucilkan. aku bingung Ya Allah, mungkinkah ini yang membuat para Nabi dan Rasul-Mu begitu mulia di sisi-Mu? aku bayangkan ketika Rasulullah menyampaikan ajaran-Mu ini, keadaan dunia begitu parah, ketika kedzoliman dimana-mana, tiba-tiba Rasulullah harus berdiri ditengah mereka untuk menyampaikan ajaran kebaikan-Mu. Seorang diri. saya yang berjuang ketika ajaran-Mu telah menyebar luas saja, susahnya setengah mati, caci maki, pengucilan dari orang-orang aku rasakan dengan nyata. bagaimana dengan mu Ya Rasulullah.... betapa sulitnya engkau berjuang... masyaallah.... apalagi dengan adanya peristiwa Isra Mi'raj yang tak masuk akal, ketika itu engkau harus meyakinkan orang-orang bahwa kau baru saja diperjalankan menuju masjidil Aqsa kemudian ke Sidrotul Muntaha. itu saja sudah tak masuk akal, apalagi dari perjalanan itu menghasilkan sebuah kewajiban untuk umat yang harus mereka kerjakan. untuk meyakinkan saja sulit, apalagi untuk menyuruh mereka melakukan apa yang diwajibkan. subhanallah.... setiap kali aku mengingat kekasih-Mu, Rasulullah, aku merasa apa yang ku rasakan tak ada apa-apanya dari yang beliau rasakan. keluargaku dikucilkan itu tak seberapa dengan keluarga Rasulullah yang diancam akan dibunuh. aku yang dilempar caci maki, tak seberapa dibanding Rasulullah yang sering dilempar batu dan kotoran hewan. Allahu Akbar. aku harus kuat, Ya Allah, aku ingin kuat. kuatkanlah aku untuk selalu mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. kuatkanlah aku dengan keluarga dan teman-temanku yang setia berada disampingku. berjuang bersama, untuk menyebarkan manfaat seluas-luasnya. Ya Allah, aku berserah diri pada-Mu. rendahkanlah hati kami, jauhkan kami dari ujub dan takabur. aku serahkan diri ini untuk beribadah kepada-Mu, untuk memberi manfaat seluas-luasnya kepada sesama makhluk hidup dan semesta alam. kuatkanlah hamba Ya Allah, ridhoilah kami. aamiin.