Sunday, March 25, 2012

Membakar Masalah


Setiap saat pikiran-pikiran mendapat simpul-simpul informasi, informasi yang terus mengalir tanpa henti sepanjang hari. Melalui mata, melalui telinga, hidung, lidah dan berbagai indera perasa lainnya pikiran kita terhubung dengan dunia luar. Setiap aktivitas panca indera terus beraktivitas menyajikan informasi. Mereka tanpa henti terus membombardir pikiran. Tak ayal interaksi keduanya melahirkan berbagai anak pikiran yang berupa keinginan-keinginan.
Salah satu contoh ketika mata melihat barang yang menarik dari salah satu etalase toko, atau melihat seorang gadis cantik nan seksi yang tengah melenggang dihadapannya. Akan timbul banyak konflik, pertanyaan dan perseteruan di dalam pikiran. Wow betapa bagus dan mahalnya barang itu ya? Kira-kira berapa ya harganya? Seandainya aku mampu membelinya? Atau wow betapa menariknya gadis itu? Siapa ya namanya? Maukah ya ia berkencan denganku?

Setiap pikiran yang terlahir dalam konflik akan menarik dan melahirkan pikiran-pikiran yang lain. Demikian pula yang terjadi ketika keinginan-keinginan kita terus bermunculan, keinginan yang berada pada pikiran-pikiran yang kacau, akan banyak melahirkan kegelisahan. Dan penderitaan yang banyak menghinggapi dari setiap kita selalu terbentuk karena tak terwujudnya suatu keinginan kita. Sang Buddha yang telah tercerahkan, yang telah begitu terlatih dalam pengendalian diri telah menyimpulkan bahwa ‘ Keinginan adalah sumber utama penderitaan manusia’. Keinginan sumber dari setiap permasalahan.

Namun dalam kenyataan hidup, ternyata setiap keinginan yang telah terpenuhi maupun yang belum tercapai akan selalu menyeret kita kedalam arus keinginan yang lebih beragam dan tak berujung. Setiap keinginan melahirkan banyak keinginan-keinginan yang lain. Tak pernah berkesudahan. Setiap manusia fana selalu terjerat dalam arus ini, sehingga ia sering menandai setiap kehidupannya dengan ukuran pencapaian, mereka mengidentifikasi dirinya dengan keberhasilan dan kesuksesan. Dengan pencapaian-pencapaian dari setiap keinginan.

Dan untuk merealisasikan mewujudkan setiap impiannya sering mereka menghabiskan banyak waktu, sumber daya bahkan energi mereka. Suatu kegiatan yang luar biasa, namun terlihat sering sekali para manusia fana terlupa akan tujuan kehadirannya terlahir di kehidupan ini, bahwa essensi keberadaan ini, untuk belajar mengenali hakekat dirinya yang lebih luas. Ia hadir hanya sebagai tamu, yang datang mengunjungi bumi untuk belajar dan membebaskan diri dari jeratan pemahaman ilusif.

Kuota dan jatah hidup sebagai manusia fana di batasi oleh waktu, umur mereka terbatas. Namun manusia fana sering terjebak dalam penjara konsep yang terlahir dari pikiran-pikiran mereka yang kacau. Satu masa kehidupan sering tersia-siakan begitu saja. Sepertinya tiada yang istimewa, hanya itu-itu saja yang terjadi dan menjadi tema dalam kehidupannya. Pencapaian-pencapaian dan ukuran-ukuran yang kasat mata, Dalam tolok ukur pemahaman yang semu.

Melihat lebih kedalam, kedalam pemahaman yang lebih mendalam para suci telah melihat sumber dari setiap keinginan dan permasalahan, mereka melihat akar dari setiap permasalahan ini adalah pikiran yang melahirkan keinginan-keinginan.

Dalam kesementaraan fisik dan kekekalan jiwa, mereka melihat celah, celah yang mampu digunakan untuk mengembalikan para manusia fana kedalam kesadaran akan jati dirinya. Untuk membakar setiap persoalanya. Dengan mengurai seriap persoalan hingga taraf yang paling hakiki. Dengan cara mengenali diri, instropeksi diri.

Kebenaran Akan Selalu Berjaya




Dalam setiap jaman selalu ada insan-insan cemerlang yang merubah dunia dengan pandangan dan paradigma baru. Seorang manusia baru, seorang pemberani yang telah keluar dari penjara pengkondisian lingkungan akibat peradapan yang telah usang. Para nabi, mesiah, buddha dan avatar adalah para pribadi unggul yang sepenuh hati telah mendedikasikan hidupnya demi nilai-nilai kemanusiaan. Keberadaan mereka merupakan kunci bagi adanya perubahan yang signifikan dalam pemahaman kesadaran manusia dalam tiap masanya.Dengan berbekal keyakinan, pengetahuan dan kekuatan yang dimilikinya mereka menorehkan namanya dalam daftar nama-nama orang paling dikenang sepanjang masa.
Perubahan adalah hukum alam yang paling mendasar, ia tidak mengenal kata berhenti. Tidak ada istilah selesai dalam setiap momentnya, akan terus terjadi penyempurnaan- penyempurnaan. Namun demikian tema yang di usung akan tetap sama, tema tentang cinta tentang kasih dalam bingkai kesadaran. Dalam ranah kemanusiaan yang utuh tanpa embel-embel.

Didalam sebuah peradapan yang korup dimana banyak ajaran kemanusiaan mulai di salah artikan, ajaran-ajaran yang dulunya sangat fleksibel kini telah menjadi sebuah peraturan-peraturan dan dogma yang kaku. Dan keberadaan hal ini tentunya melahirkan sekian banyak lembaga dan otoritas yang merasa paling benar dan memiliki kewenangan mutlak terhadap setiap aturan yang ada.
Maka lahirlah agama-agama sebagai penampung semua hal itu. Sehingga ajaran yang dulunya fleksibel sekarang menjadi paten.
Hal itu tentu sudah tidak sesuai dengan harapan para nabi, mesiah, buddha, dan avatar yang menghendaki perubahan kesadaran secara alami dan selaras dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Maka perubahan dalam penyelarasan ini mesti terjadi dan berlanjut lagi. Di masa lalu para insan pendobrak ini sering mengalami hal yang tragis dalam kehidupannya. Ada konspirasi licik dari pihak status quo yang merasakan segala kenyamanan yang di peroleh akan musnah karena perubahan ini. Karena perubahan kesadaran yang terjadi dalam setiap diri manusia dalam suatu lingkungan peradapan tentu akan berdampak luas terhadap masalah yang lainnya. Para tokoh agamawan akan kehilangan umatnya, para politisi licik akan di tinggal pendukungnya, para penguasa akan banyak kehilangan kesetiaan dari rakyatnya.

Sudah menjadi cerita klasik dalam setiap masa para insan cemerlang pendobrak pandangan ini akan berakhir dalam situasi yang memprihatinkan. Sang Buddha diracun, Gusti Yesus disalib, Galileo dieksekusi, Al halaj dipancung, Martin Luther king ditembak mati dan masih banyak yang lainnya.

Hal itu membuktikan bahwa perubahan merupakan ancaman yang paling di takuti. Namun sekarang dalam era informasi yang serba canggih ini nampaknya modus untuk menyingkirkan para pelopor perubahan mengalami banyak pergeseran. Telah terbukti bahwa penyiksaan secara fisik maupun menghilangan nyawa secara paksa justru akan menyulut rasa penasaran kaum awam untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi, semakin populer nilai patriotisme seorang pendobrak semakin cepat ide-ide dan pandangannya meluas dalam pikiran masyarakat. Dan hal-hal seperti itu menjadi moment penting yang merubah sejarah. Dan hal ini sangat tidak di inginkan oleh pihak status quo.

Pembunuhan karakter terhadap tokoh tertentu mudah dilakukan oleh ia yang mempunyai uang dan kekuasaan. Tinggal mencari link yang tersumbat atau eror yang pernah terhubung dengan sang tokoh pelopor dan klik, semudah memejet tombol, dengan menyewa banyak pengacara, dan menggiring opini lewat media yang dibayar berkas kasuspun siap dilimpahkan. Mudah dan simpel.

Pembunuhan karakter merupakan strategi terbaru yang dapat di terapkan di jaman internet sekarang ini, selain banyak penyimbangan pemberitaan oleh media tertentunya. Banyak konspirasi kepentingan yang bermain di belakangnya.

Sudah banyak diketahui bahwa peran media menempati kedudukan teratas dalam menyebarkan opini dalam suatu masyarakat. Sehingga dapat di pastikan siapa yang menguasai media informasi ia akan yang menjadi yang paling berkuasa. Dan dengan mudah menggiring opini yang berkembang dalam masyarakat sesuai dengan tujuannya.

Namun harap di sadari, bahwa kebenaran adalah kebenaran. Ia tidak bisa di tutup-tutupi terlalu lama, karena kebenaran adalah kehidupan ia hidup dan bernafas. Setiap getaran energinya akan memaksa setiap mulut untuk bersuara, setiap tangan untuk berkarya untuk menulis, setiap hal untuk membawanya ke podium tertinggi.
Setiap usaha untuk menghadangnya hanya akan berakhir sia-sia saja.

Jangan mencoba menghadang kebenaran kau akan tergilas dan kelak akan menyesal seumur-umur. Ia telah telah menjalar menyentuh apa saja, buku-buku, internet, alam, kesadaran individu yang siap meneruskan misi. ia hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk meledakkan ketidaksadaran kita.

Kebenaran akan selalu berjaya.

Wednesday, March 21, 2012

Link John carter movies

http://adf.ly/6GonR
http://adf.ly/6GonT
http://adf.ly/6GowP