Enam siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 Malang, Jawa Timur, berhasil membuat kendaraan beroda empat bernama Zhangaro. Mereka merakit sendiri hingga pemasangan suku cadang kendaraan 1.500 cc itu. "Proses pembuatan dan perakitannya selama tiga bulan," ucap Sugeng Sutrisno, salah seorang siswa perakit mobil, di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/5).
Kelima siswa yang juga turut membantu Sugeng adalah Ahmad Muzaki, Ahmad Rosid, Ahmad Nurul, Eka Yanuara, dan Ageng Hidayatulloh. Mereka berhasil membuat body kendaraan dan sebagian suku cadang seperti poros engkol (crankshaft), poros bubungan (camshaft), roda daya (flywheel), manifol buang (exhaust manifold), dan manifol isap (intake manifold). Untuk badan belakang kendaraan, Sugeng mengaku membuatnya sendiri. Ia juga membuat bagian rangka bawah hasil kombinasi sasis buatan sendiri dengan sasis mobil Mitsubishi T10 SS.
Proses pembuatan kendaraan ini tidak lepas dari pantauan tenaga ahli. Ahmad Muzaki mengatakan, karyawan Perseroan Terbatas (PT) Nasional Motor dan beberapa guru turut membantu. Ia mengaku diberikan buku petunjuk dan beberapa panduan demi selesainya proyek ini.
Salah seorang konsultan PT Nasional Motor, Muhammad Wahidin mengungkapkan biaya perakitan kendaraan jenis pick up seperti ini mencapai Rp 173 juta per unit. Ia mengakui ongkos tersebut termasuk mahal karena masih dalam tahap uji coba. Lagipula, terdapat beberapa suku cadang yang harus didatangkan dari luar negeri. Namun, Wahidin optimis di kemudian hari biaya produksi kendaraan ini dapat ditekan menjadi Rp 60 juta hingga Rp 70 juta.(ANTARA)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.