
BARCELONA - Fokus Barcelona tertuju pada final Liga Champions. Itu membuat Barca terkesan melepas sisa laga di ajang Liga Primera. Sejak mengunci gelar pekan lalu, tim besutan pelatih Pep Guardiola seakan tak serius. Mereka tidak pernah tampil dengan kekuatan penuh. Hasilnya, Barca pun kalah dari Real Mallorca (1-2) dan Osasuna (0-1).
Namun, kekalahan itu tak menghalangi pesta juara yang sudah disiapkan. Usai laga melawan Osasuna di Stadion Nou Camp kemarin dini hari, pesta perayaan juara Liga Primera digelar. Para pemain Barca larut dalam suka cita bersama ribuan pendukungnya.
''Saya ingin melatih para pemain ini dan sekarang saya ucapkan selamat kepada mereka karena telah merebut dua trofi (Copa del Rey dan Liga Primera). Namun, masih ada yang terbesar dan kami tidak ingin gagal,'' kata Guardiola seperti dilansir AFP.
Ya, tugas Barca memang belum selesai. Masih ada duel melawan Manchester United pada final Liga Champions di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (28/5) dini hari nanti. Jika menang, Barca bakal merebut tiga gelar musim ini. Itu akan menjadi pencapaian terbesar sepanjang sejarah klub asal Katalan tersebut.
''Kami tidak akan membuat Anda kecewa. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Tapi, sekarang kami harus istirahat dan bersiap untuk pertandingan selanjutnya,'' kata Guardiola.
Hanya beberapa jam setelah pesta perayaan itu, penggawa Barca sudah kembali turun ke lapangan. Carles Puyol dkk langsung menjalani latihan untuk mengembalikan kondisi. Di antara para pemain Barca tidak terlihat Thierry Henry dan Andres Iniesta yang memang sedang dalam program pemulihan cedera. Tapi, mereka tetap diboyong ke Roma.
Strategi Barca ditiru United. Pelatih Sir Alex Ferguson menyimpan pemain utamanya saat melawan Hull City pada laga terakhir Premier League tadi malam. Hanya tiga pemain senior yang turun lapangan sebagai starter. Yakni Gary Neville, Wes Brown, dan Darren Fletcher. Sisanya adalah pemain-pemain muda macam Federico Macheda, Darron Gibson, Danny Welbeck, dan Nani.
Selain itu, ada beberapa nama yang cukup asing karena sangat jarang diturunkan. Sebut saja Ritchie De Laet dan Lee Martin. Di bawah mistar, Ferguson memberi kepercayaan kepada Tomasz Kuszczak. Selain sudah mengunci gelar, strategi adalah upaya menjaga kondisi penggawa utama United jelang final Liga Champions.
Untuk meredam Barca, Ferguson akan menggunakan formasi 4-3-3 yang menghasilkan enam kemenangan dalam tujuh laga terakhir. Dengan formasi itu, Wayne Rooney dipasang di posisi penyerang kiri. Sedangkan Cristiano Ronaldo yang sejatinya berposisi sebagai winger akan ditempatkan sebagai penyerang tengah.
''Ketika penyerang kami membangun serangan dari sisi luar ke dalam, mereka akan lebih berbahaya,'' kata Ferguson kepada Guardian. ''Dia (Rooney) rela mengorbankan diri sebagai bagian dari permainan. Setiap penyerang di dunia ini selalu ingin lebih menyerang. Kami punya pemain lain yang tidak mampu melakukan itu dan Rooney bisa melakukannya,'' sambung pelatih asal Skotlandia itu.
Ferguson boleh optimistis dengan strateginya. Tapi, Rooney mengaku tidak begitu nyaman dengan peran barunya tersebut. ''Suatu saat Anda bisa enjoy, disaat yang lain terkadang kurang menyenangkan,'' katanya. (ham/ca)
Tentang Final 2009
Ini adalah final Liga Champions edisi ke-54 sepanjang sejarah, sekaligus final ke-17 untuk format baru.
Stadion Olimpico, venue final 2009, memiliki kapasitas 72.698 tempat duduk. Ini kali keempat Olimpico menjadi tempat final Liga Champions setelah edisi 1977, 1984, dan 1996.
Untuk kali kelima beruntun, final Liga Chamoions menampilkan klub Inggris. Musim lalu bahkan terjadi All English Final ketika Manchester United bersua Chelsea di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia.
Final tahun ini menjadi yang terakhir digelar Rabu waktu Eropa (Kamis dini hari WIB). Mulai musim depan, final Liga Champions digelar Sabtu waktu Eropa (Minggu dini hari WIB).
''Ketika penyerang kami membangun serangan dari sisi luar ke dalam, mereka akan lebih berbahaya,'' kata Ferguson kepada Guardian. ''Dia (Rooney) rela mengorbankan diri sebagai bagian dari permainan. Setiap penyerang di dunia ini selalu ingin lebih menyerang. Kami punya pemain lain yang tidak mampu melakukan itu dan Rooney bisa melakukannya,'' sambung pelatih asal Skotlandia itu.
Tentang Final 2009
Ini adalah final Liga Champions edisi ke-54 sepanjang sejarah, sekaligus final ke-17 untuk format baru.
Stadion Olimpico, venue final 2009, memiliki kapasitas 72.698 tempat duduk. Ini kali keempat Olimpico menjadi tempat final Liga Champions setelah edisi 1977, 1984, dan 1996.
Untuk kali kelima beruntun, final Liga Chamoions menampilkan klub Inggris. Musim lalu bahkan terjadi All English Final ketika Manchester United bersua Chelsea di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia.
Final tahun ini menjadi yang terakhir digelar Rabu waktu Eropa (Kamis dini hari WIB). Mulai musim depan, final Liga Champions digelar Sabtu waktu Eropa (Minggu dini hari WIB).
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.