MOJOKERTO - Situs Majapahit kembali menjadi sasaran tangan jahil. Tadi pagi ribuan ekor ikan di Kolam Segaran diracun. Akibatnya, kolam peninggalan Kerajaan Majapahit itu penuh dengan sampah bangkai ikan.
Adanya pihak yang segaja menaburi racun ikan di kolam yang berada di Desa/Kecamatan Trowulan diketahui setelah ada ratusan pemancing ikan yang mengikuti lomba. Sejak lomba ini belum digelar, di permukaan kolam yang memiliki panjang 375 meter dan lebar 125 meter itu terdapat ribuan bangkai ikan. Kontan saja, para pemancing ikan kaget.
Sebagian dari para pemancing itupun marah. Pasalnya, para pemancing ini sebelumnya telah dibebani panitia penyelenggara lomba memancing dengan biaya sebesar Rp50 ribu per orang. Adanya racun ikan di kolam itu, membuat sejumlah pemancing kesulitan mengail ikan. Saat lomba digelar, masih banyak ikan yang dalam kondisi sekarat.
Anto, saah satu peserta mengaku kecewa dengan kondisi ini. Selain sudah mengeluarkan uang sebesar Rp50 ribu, ia kesulitan mendapatkan ikan pancingan. Sudah beberapa jam memancing, ia tak juga mendapat ikan berukuran besar. "Ikannya nggak mau makan, kena racun," keluh Anto, warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, di Mojokerto, Minggu (31/5/2009).
Dia dan ratusan pemancing lainnya sempat mengajukan komplain kepada aparat desa setempat, yang juga sebagai panitia. Namun menurutnya, pihak aparat desa terkesan tak bertanggungjawab. Malahan, kata dia, salah satu pemrotes mendapat tekanan dari kepala desa. Pagi tadi (kemarin), sempat ada yang demo. Akhirnya ada kesepakatan jika uang kami akan dikembalikan sebesar Rp20 ribu setelah selesai memancing, terangnya.
Beberapa pemancing lainnya malah menuding jika adanya racun ikan itu memang disengaja salah satu pihak. Berharap agar para pemancing kesulitan mendapatkan ikan. Beberapa lainnya malah berspekulasi jika lomba ini masih mendapat pertentangan.
Sebelumnya, kolam ini memang ditutup untuk umum. Bahkan di salah satu bagian kolam terpampang tulisan Dilarang Memancing. Namun, pihak aparat desa setempat yang merasa menebar benih beragam ikan di kolam ini, justru memilih untuk mengkomersilkan tempat bersejarah itu.
Kepala Desa Trowulan, Sapuan Ali Mustofa, membantah keras adanya racun ikan di kolam yang berada tepat di depan balai desa itu. Dia berdalih, matinya ribuan ikan jenis Nila, Tombro dan Mujahir itu lantaran mata kail. Tidak ada racun. Mungkin ikan itu kena mata kail karena banyak yang memancing, kilah Sapuan dengan nada tinggi.
Ia tak menyebut apakah pemanfaatan situs bersejarah dengan menggelar lomba memancing komersil itu telah mendapatkan izin dari pihak berwenang, termasuk Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. Dia berdalih, lomba memancing ini sebagai upaya untuk menarik wisatawan. Kita lihat saja, kalau banyak pengunjung, akan kita teruskan, katanya.
Hr, salah satu tokoh pemuda Desa Trowulan mengungkapkan kekecewaannya atas lomba ini. Bukan lantaran karena banyaknya ikan yang mati dan rusaknya ekosistem di peninggalan situs Majapahit, namun lantaran sikap aparat desa yang telah menyalahi komitmen. Menurutnya, sejak awal karang taruna telah dilibatkan dalam agenda pertama kalinya itu. Ternyata saat lomba, karang taruna sama sekali tak dilibatkan. Kami ditinggal, tegas Hr, yang menghubungi Seputar Indonesia, sore kemarin.
Dikatakan, karang taruna sama sekali tak menerima kompensasi dri penjualan tiket. Tak hanya itu, lahan parkir yang sebelumnya telah diberikan kepada karang taruna, juga tak diberikan. Semua dikelola aparat desa. Malah karang taruna kami dipertanyakan pembentukannya. Padahal, karang taruna ini yang membentuk adalah kepala desa sendiri, katanya.
Dia mengancam akan menggelar demo beberapa hari kedepan. Menurutnya, sejumlah anggota karang taruna dan pemuda desa setempat mengaku risih dengan sikap kepala desa. Apalagi kata dia, hingga sore kemarin belum ada kepastian pengelolaan uang hasil penjualan tiket. Kami akan demo jika kepala desa selalu seperti ini, ancamnya.
Sunday, May 31, 2009
Ribuan Ikan di Kolam Peninggalan Majapahit Diracun
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.