Sunday, May 24, 2009

Prabowo: Harta Melimpah, yang Penting Gak Maling



JAKARTA - Kekayaan calon wakil presiden yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra, Prabowo Subianto, melimpah. Dia mengatakan, harta melimpah bukan berarti tidak berempati kepada rakyat.

"Rp1,7 triliun itu hanya di atas kertas, yang penting bagaimana keberpihakan kepada rakyat dan yang penting juga nggak maling," tegas anak ekonom Sumitro Djojohadikusumo di panggung deklarasi TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/5/2009).

Prabowo menegaskan, harta yang dia miliki adalah tergantung bagaimana dia menggunakan, apakah untuk dirinya sendiri atau akan dia gunakan untuk kepentingan rakyat banyak. Pencalonan dirinya terlihat berbeda dari dua pasangan lainnya adalah keberpihakan pada ekonomi kerakyatan yang jelas.

"Keberpihakan kita pada ekonomi kerakyatan sangat jelas. Sistem sekarang tidak membawa kesejahteraan pada rakyat, saat ini sistemnya neoliberal," ujar Prabowo.

Dia menjelaskan, paham neoliberalisme yang telah dibantah pasangan SBY-Boediono, menurut Prabowo itu hanyalah sebuah pembicaraan saja. "Tapi sebagai contoh saja, pemerintah telah membebaskan bea impor susu, nol persen. Ini kan sama saja menghancurkan semua peternak susu, menghancurkan nafkah pengusaha susu Indonesia. Itu sangat neoliberal dan itu dilakukan oleh pemerintah yang sekarang," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.