Striker Manchester United, Wayne Rooney mengejar bola di laga final Liga Champions lawan Barcelona yang berlangsung di Olympic StadiumLondon: Bagi pecinta sepakbola, terutama Liga Inggris, tentunya sangat mengenal sosok yang satu ini, pemain Manchester United bernomor punggung 10, gempal, tukang seruduk, dan kerap temperamental saat “berkelahi” dengan pemain lawan. Ya, Wayne Rooney, namanya. Sikap temperamen yang dimilikinya itulah yang membuat sosok Rooney gampang dikenal di lapangan.
Namun, pastinya, sebagian besar publik tidak akan menyangka jika Rooney menyimpan keinginan yang jauh berbeda dengan sikap dan tindak-tanduknya di lapangan hijau, yaitu menjadi seorang pendeta, sosok yang lembut dan jauh dari sifat kekasaran (keganasan). Pengakuan mantan tukang gedor Everton itu tercetus di sela-sela kampanye pencarian bintang idola cilik pesepakbola di Inggris Raya.
“Saya tidak tahu (tidak mempunyai petunjuk) kira-kira apa yang bakal saya lakukan seandainya saya tidak menjadi pesepakbola profesional. Sebabnya, prestasi saya di sekolah biasa-biasa saja. Yang saya ingat, saya selalu menikmati pelajaran keagamaan. Jadi, mungkin, (kalau gagal menjadi pesepakbola) saya bakal jadi pendeta,” tuturnya seperti yang dikutip The Sun.
Pernyataan atau tepatnya keinginan yang tidak kesampaian dari mulut Rooney itu berbanding kontras dengan kesukaannya yang sering terlihat memasuki lokalisasi pelacuran atau tindakannya yang bakal diingat seluruh fans Timnas Inggris di PD 2006 yaitu menerjang perut bek Portugal, Ricardo Carvalho. Akibat kelakuan kasarnya itu Rooney diusir wasit Horacio Elizondo (Argentina).
Kehadirannya dalam kampanye yang disponsori Coke Zero, Selasa (14/7) kemarin, merupakan penampilan pertama Rooney di muka umum setelah peristiwa kecelakaan di kapal pesiar yang membuat telinganya harus mendapat 45 jahitan.

Striker asal Argentina, Carlos Tevez berpose di City of Manchester Stadium setelah resmi bergabung dengan Manchester City pada 14 Juli 2009.
Manchester: Kepindahan Carlos Tevez ke Manchester City resmi sudah. Diduga striker internasional Argentina yang lepas dari Manchester United ini dibeli seharga 25 juta pound. Kontrak lima tahun bergaji 150 ribu pound yeper pekan juga sudah ditandatangani.
Berikutnya Tevez menampik mahwa uang yang menggiringnya ke City of Manchester Stadium, homebase dari Manchester City. Striker berusia 25 tahun itu menyebutkan bahwa ia terkesan dengan ambisi City menjadi salah satu klub terbesar di dunia.
Tevez juga mengungkapkan bahwa buruknya hubungan dengan Sir Alex Ferguson memberi kontribusi besar dirinya meninggalkan Old Trafford. Ia mengaku bahwa selama dua tahun bermain untuk MU mantan bosnya itu tidak pernah menghubungi atau mengirim pesan singkat (SMS) untuknya.
“Bos dan owner City datang menghampiri dengan membawa proposal menarik,” kata Tevez seperti dikutip The Guardian. “Mereka menunjukkan ambisi City menjadi sebuah klub terbesar di dunia. Hal tersebut mempermudah saya memberi keputusan. Uang tidak terlalu penting.”
Ferguson mengklaim Tevez cuek dengan SMS yang dikirim dan telepon dari dirinya untuk menjaga agar striker berjuluk El Apache itu bertahan di MU. Tevez punya versinya sendiri, dan sanggahan yang jauh 180 derajat.
“Saya berada di MU selama dua tahun dan Alex (Ferguson) tidak pernah menelepon atau mengirim pesan singkat,” tutur Tevez. “Sekali Alex berbicara padaku, dan itu langsung, adalah setelah pertandingan kontra AS Roma. Alex minta keterangan karena saya ingin bermain membela Argentina.”
Tevez meradang. Ia merasa bukan seperti itu pendekatan yang seharusnya dilakukan untuk mempertahankan pemain yang dipinjam selama dua tahun. “Saya berterima kasih kepada MU, David Gill (CEO MU), Alex Ferguson dan fans MU untuk dua tahun masa bakti di sana. Tapi inilah lembaran hidup yang baru buatku dan saya sangat bahagia bersama Manchester City,” lanjutnya.
Tevez juga membantah pemberitaan yang mengatakan bahwa dirinya sudah memutuskan hengkang sejak Januari. Ia juga menyatakan tidak otomatis digaransikan tempat di tim utama oleh Mark Hughes, bos The Citizens. “Di tim manapun Anda mesti meraih respek dari rekan-rekan lainnya, bekerja keras dan berjuang mengangkat tim penuh semangat,” katanya lagi. “Saya justru tidak bahagia jika dipastikan sudah mendapat tempat di tim inti. Tapi saya akan berjuang keras untuk mendapatkan satu tempat.”

Striker Liverpool asal Spanyol, Fernando Torres merayakan golnya dalam laga Liga Premier kontra Tottenham di Anfield,
Liverpool: Liverpool memberi konfirmasi telah menolak tawaran mega sebesar 60 juta pound atau sekitar Rp 990 miliar dari empat klub, tiga di antaranya dari tim-tim yang berkecimpung di Liga Premier Inggris. Keempat klub tersebut adalah raksasa La Liga, Real Madrid, Chelsea, dan dua tim sekota Manchester United serta Manchester City.
Selain kualitas Torres yang pantas dikategorikan sebagai pemain bintang alias top, keempat klub tersebut sadar betul bahwasanya manajer The Reds, Rafael Benitez, membutuhkan tambahan dana guna berburu pemain baru di bursa transfer musim panas ini. Sejauh ini, Benitez baru berhasil menambah satu pemain baru, bek Portsmouth, Glen Johnson yang dibeli dengan fee sekitar 17,5 juta pound (sekitar Rp 288,75 miliar).
Seperti yang dilansir Sunday Mirror, adanya penawaran menggiurkan kepada Torres itu disampaikan Benitez kepada owner klub, duo taipan AS, Tom Hicks dan George Gillett Jr. Kedua taipan menyerahkan keputusan kepada Benitez. Hasilnya? Keempat klub tersebut harus gigit jari seiring dengan kata tegas, “Tidak” yang meluncur dari mulut Benitez.
“Kami menerima beberapa tawaran besar dari sejumlah klub yang berminat memboyong para pemain kunci kami di bursa transfer musim panas ini. Salah satunya, Fernando Torres. Kami dikontak agen-agen yang mewakili klub-klub tersebut. Namun, kami tahu sejak semula, jika tawaran itu datang, kami pastinya akan berkata ‘Tidak’. Yang paling penting Torres tetap ingin tinggal di sini,” tegas Benitez.
Mantan entrenador Valencia berusia 49 tahun ini mengaku bahwa dalam sepakbola tidak ada hal yang pasti. “Dalam sepakbola dan kehidupan, faktanya Anda tidak dapat menjamin apapun. Saya tidak ingin membicarakan transfer (Cristiano) Ronaldo dan Real Madrid. Sebab, ia bukan pemain saya dan mereka (Madrid) bukanlah tim yang saya tangani. Yang saya ingin katakan adalah Liverpool adalah tim yang kuat dan senantiasa ingin memperbaiki kualitas. Anda tidak dapat meningkatkan kualitas tim jika Anda menjual pemain terbaik yang Anda miliki,” tandas Benitez menyindir langkah Sir Alex Ferguson.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.