Jakarta: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan siap menjadi oposisi bila Komisi Pemilihan Umum resmi menyatakan perolehan suara calon presiden Megawati Sukarnoputri kalah. Fungsionaris PDIP Budiman Sujatmiko mengatakan di Jakarta, Sabtu (11/7), oposisi masih diperlukan untuk menjaga tegaknya demokrasi di Indonesia. PDIP siap tak mendapat jatah menteri dan kursi jabatan lain di pemerintahan.
Pengumuman hasil pemilihan umum memang belum diumumkan. Tapi hasil penghitungan cepat menunjukkan, capres Megawati yang berpasangan dengan calon wakil presiden Prabowo Subianto kalah dari duet capres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Disebutkan sikap PDIP menjadi oposisi akan semakin kuat bila didukung Partai Golongan Karya.
Namun hingga saat ini Golkar belum memiliki sikap jadi tidaknya bersikap oposisi dalam pemerintahan. Pengamat politik Sukardi Rinakit mengatakan, arah politik partai berlambang pohon beringin itu kemungkinan baru terlihat setelah ketua umum baru terpilih nanti.
Saat ini Golkar sedang goyang. Capres Jusuf Kalla dijadikan kambing hitam atas kekalahan dan perpecahan Golkar usai Pemilu 2009. Sejumlah fraksi menginginkan JK segera diganti melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Keinginan itu juga diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Muladi. Namun, ada pula yang menolak rencana itu [baca: JK, Kambing Hitam Kekalahan dan Perpecahan Golkar]
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.