Monday, April 4, 2011

Penyakit pada Balita

1. Flu/influenza

Penyebabnya adalah sejenis virus. Penderitanya dari bayi sampai orang dewasa. Gejalanya diawali dengan tidak enak badan, lesu, tidak nafsu makan, keluar cairan dari hidung kadang-kadang disertai lendir yang kemudian jadi ingus kental, menyumbat pernafasan. Sering kali gejala flu diikuti demam, diare dan nyeri pada seluruh tubuh. Biasanya flu akan segera sembuh tanpa obat sekalipun, namun jika disertai demam dan batuk yang lama, serta suhu tubuh yang tidak turun, segera periksakan ke dokter. Untuk menghilangkan demam, kompreslah anak dengan air dingin, es batu atau alkohol. Anak yang sedang menderita flu sebaiknya dipisahkan dari yang lain serta dianjurkan untuk menutup mulutnya apabila bersin atau batuk.



2. Batuk dan Batuk Rejan

Batuk merupakan gejala yang menyertai selesma dan flu. Namun dapat merupakan gejala penyakit yang lebih berat seperti radang tenggorokan, paru-paru atau bronchus (pipa saluran nafas). Batuk yang disertai demam dan rasa sakit di dada atau perut sebaiknya diberitahukan ke dokter. Ada pula batuk khas yang menyerang anak-anak dikenal dengan “Batuk 100 hari” atau batuk rejan. Ciri khusus batuk rejan adalah batuk terus-menerus diselingi dengan mengambil nafas panjang dan berbunyi, diakhiri dengan muntah untuk kemudian berhenti. Cara merawat anak batu, sebaiknya dipisahkan dari anak yang sehat agar tidak menular. Berilah banyak minum agar lendir-lendir mencair dan berilah makan sedikit tetapi sering terutama makanan berkuah. Serta hindarilah minum es, permen, coklat dan snack gurih yang umumnya digemari anak-anak.



3. Diare

Penderitannya buang air besar terus-menerus lebih dari empat kali sehari. Tinja disertai lendir atau darah, berbusa dan berbau. Penyebabnya macam-macam infeksi, alergi terhadap makanan tertentu dan sebagainya. Sebagai pertolongan pertama, berilah anak minum terus-menerus, baik dengan oralit,ataupun air tajin untuk menghindari dehidrasi (kekurangan air). Jika anak selalu buang air selama enam jam, segera bawa ke dokter. Usaha pencegahan dapat dilakukan dengan jalan selalu mempersiapkan makanan anak dengan hati-hati dan bersih, mengurangi kebiasaan jajan di tempat yang tidak terpelihara kebersihannya.



4. Campak (Morbili)

Merupakan penyakit menular yang umum terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun. Penyebabnya adalah sejenis virus yang mudah menular. Gejala pertama mirip dengan influenza, kemudian diikuti demam dan suhu panas yang tinggi selama 4-5 hari. Lalu mulai timbul bintik-bintik putih kebiru-biruan di dalam rongga mulut, mata menjadi merah, tubuh terasa lemah dan tidak enak, batuk , pilek dan sariawan. Barulah timbul bintik-bintik merah di belakang telinga yang kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya.

Pada proses penyembuhan bintik merah berubah menjadi hitam dan bersisik, sehingga kulit tampak mongering dan gatal. Campak bisa menjadi berbahaya jika berbaur dengan penyakit lainnya, diantaranya adalah encephalitis kejang demam karena panas terlalu tinggi, sekaligus ketika ada virus masuk menghinggapi otak). Usaha untuk tidak bertambah parah adalah dengan menjaga kebersihan tubuh anak selama sakit dengan melap tubuhnya dan rajin mengkompresnya saat tubuh sedang panas tinggi. Memang anak tidak boleh dimandikan, tetapi harus tetap bersih. Bahkan jika bintik-bintik telah berwarna hitam, anak boleh dimandikan dengan air hangat yang ditetesi minyak 5-10 tetes dan berilah bedak di seluruh tubuhnya untuk mengurangi rasa gatal. Karena penyakit campak menular, maka peralatan anak yang sakit harus dipisahkan dari anak lainnya.



5. Cacar Air

Gejala pertama yang timbul adalah badan lemah disertai demam dengan suhu tubuh yang tinggi, lalu timbul bintik-bintik kecil yang mengandung cairan dan lama-lama berisi nanah yang bisa denga cepat menyebar ke seluruh tubuh. Bintik-bintik tersebut dapat meradang sebelum mengering sehingga meninggalkan bekas luka kalau digaruk. Cacar air atau varicella (water poken) mudah pencegahannya. Jika sudah terlanjur banyak binik-bintik airnya, anak harus istirahat selama 2-3 hari di tempat tidur. Agar bintik-bintik tidak terasa gatal atau meradang dengan diberi dengan bedak salicyl. Sebelum bekas lukanya mengering betul, anak jangan dibiarkan bermain dengan anak-anak lainnya karena masih bisa menularkan penyakit.



6. Difteri

Penyebabnya bakteri coryne bacterium. Biasanya menyerang hidung dan tenggorokan atau juga kulit dan vagina yang sangat menular dan menimbulkan komplikasi berbahaya. Gejala yang sering tampak adalah demam yang tidak terlalu tinggi, suara parau, mengorok, sulit menelan, pembesaran kelenjar leher dan terbentuknya selaput semu pada tenggorokan serta saluran nafas bagian bawah (larynx). Akibatnya anak susah bernafas disamping nafasnya berbunyi. Adapun komplikasi lain yang menyebabkan kematian adalah bila ada toksin (racun) difteri yang dapat diikat sel-sel otot jantung dan otot syaraf. Pencegahan yang sederhana dan mudah adalah memberikan imunisasi DPT ketika masih bayi. Perawatan selanjutnya adalah dengan merawatnya di rumah sakit, dengan jalan berbaring terus-menerus agar tidak terjadi komplikasi pada jantung. Sebaiknya bawa anggota keluarga lain untuk diperiksa, agar bisa dicegah kemungkinan terkena difteri.



7. Tetanus

Anak menderita tetanus ditandai dengan kekakuan otot-ototnya. Bahkan bayi baru lahirpun bila menderita penyakit ini mulutnya kaku mencucu dan berbusa sehingga tidak mau menyusu, kemudian diikuti kejang seluruh tubuh. Pada anak yang lebih besar, gejalanya didahului dengan sukar membuka mulut (kaku), diikuti dengan kaku leher, kaku perut, kaku tulang punggung dan akhirnya terjadi kejang seluruh tubuh. Sumber infeksi yang menyebabkan virus tetanus masuk, selain luka yang kotor dan dalam, umunya radang telinga bagian tengah dan gigi berlubang. Untuk merawat anak yang terkena tetanus, harus melalui seorang dokter. Bahkan lebih baik jika dirawat intensif di rumah sakit. Karena pertolongan terlambat, dapat menyebabkan kematian. Penderita harus dirawat di dalam ruangan yang tenang, karena suara gaduh dapat merangsang timbulnya kejang. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah membaringkan anak dalam posisi miring agar lidah tidak menekan ke mulutnya, kemudian bukalah bajunya dan kompreslah dengan air dingin. Sedangkan upaya preventif yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memberi imunisasi DPT kepada setiap anak selagi usia dini, selalu menjaga kebersihan anggota tubuh anak dengan bersih, berilah antiseptic (yodium, obat merah, betadine) jika anak mendapat luka, obati segera telingan yang meradang dan gigi yang berlubang. Sebagai imunisasi tambahan, sebaiknya anak diberi ATS (anti tetanus serum).



8. Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan penyakit akut yang cepat mewabah, dan menyerang semua orang tanpa peduli umur, terutama anak-anak. Penyebabnya adalah jenis virus yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopticus. Penyakit tersebut biasanya disertai dengan pendarahan dan cenderung renjatan (schok) sehingga menyebabkan kematian. Gejalanya diawali demam dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, sakit perut di daerah ulu hati dan di bawah lengkung iga tulang rawan, tangan dan kaki dingin sedangkan bagian badan lainnya demam, nyeri pada anggota badan (kepala, bola mata, punggung, sendi-sendi) serta timbulnya bintik-bintik merah seperti digigit nyamuk, untuk selanjutnya terjadi pendarahan, baik ringan (mimisan, pendarahan gusi) maupun berat (muntah darah dan berak darah). Berilah penderita air minum lebih banyak dari biasanya, baik teh, air putih, susu maupun oralit. Untuk mencegah suhu tubuh agar tidak terus meninggi dan kejang, sebaiknya dikompres dengan air dingin atau air hangat dan jangan dipakaikan pakaian tebal. Adapun untuk pencegahan dapat dilakukan dengan memusnahkan tempat berkembang biak nyamuk pada air, tempat penyimpanan air tertutup, kaleng-kaleng bekas dibuang, air dalam jambangan bunga sering diganti dan jangan menyimpan baju di atas kapstok terlalu lama.



9. Sakit Perut

Acapkali anak menyatakan sakit perut jika terasa sesuatu yang tidak enak di perutnya sehingga orang tua tidak menganggapnya sebagai sakit yang serius. Namun jika anak menyatakan sakit perut disertai dengan kondisi tubuhnya lemah dan muntah-muntah, maka sebaiknya tidak memberikan obat sembarangan sebelum memeriksakannya ke dokter. Sakit perut bisa disebabkan oleh pencernaan kurang baik. Gejala lain adalah muntah-muntah, mencret atau kelaur keringat dingin. Melalui diagnosa dokter, tiap gejala akan menunjukkan penyakit yang sebenarnya diderita.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.