Kajian Bersama!
Khofifah Indar Parawansa, mantan Ketua Komisi VI DPR RI, sangat menyesalkan 50 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk dalam daftar paling mencemari lingkungan hidup.
"Harusnya mereka menjadi contoh di depan," kata wanita yang mengetuai komisi yang bergerak di bidang perindustrian, pertambangan dan energi, tenaga kerja dan investasi/penanaman modal pada 2004-2009 dalam suatu dialog di Jakarta, Jumat (16/10).
Untuk itu, menurutnya, pemerintah harus turun tangan untuk membantu. Sebab, untuk membangun sebuah perusahaan yang ramah lingkungan tidak murah. Amdal pun biayanya mahal. "Terlebih banyak mesin BUMN masuk kategori tua," ungkap Khofifah.
BUMN yang memiliki mesin tua, lanjutnya, adalah yang bergerak di bidang pembuatan kertas, beberapa pertambangan dan industri gula yang umur mesinnya sudah di atas 30 tahun. "Mesin tua rata-rata bobot limbahnya berat. Solusinya adalah meng-upgrade mesinnya. Mahal memang, maka pemerintah membantu," tegas Khofifah.
Beberapa BUMN yang dimaksud, sebagaimana diumumkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Kamis (15/10) malam, di antaranya adalah PT Kertas Basuki Rachmat Jawa Timur, PT PG Gorontalo Gula Gorontalo, PTPN IX (Persero) PG Rendeng Gula Jawa Tengah Kudus, dan JOB Pertamina Petrochina Tanjung Jabung EP Migas Jambi.
wawan susanto.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.